BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Orang
Yunani kuno terkenal dengan kebudayaannya yaqng tinggi. Dalam keemasan mereka
yang lebih 1000 tahun itu, orang Yunani telah banyak memberi sumbangan yang
besar bagi kemajuan Dunia. Bahkan hampir 2000 tahun setelah kemudurannya,
pengaruh pemikiran dan kebudayaan orang Yunai masih sangat kental mempengaruhi
jaln hidup kita. Gaya bangunannya, selera mereka akan keindahan, kemampuan
berpikir meraka yang hebat sangat mempengaruhi kehidupan kita saat ini. Keramik,
pahatan mereka tersebar di mesum seluruh dunia.
Bangsa
Yunani kuno adalah salah satu dari bangsa yang paling inovatif dalam sejarah.
Yunani adalah gudang ilmu pengetahuan. Banyak sekali ilmuan dari berbagai
bidang yang berasal dari Yunani kuno. Antaranya adalah Sokrates, Plato, dan
Aristhoteles adalah ilmuan tersohor dibidang filsafat. Ada juga Archimedes,
Pythagoras, dan Anxymenes yang tersohor dibidang sains dan ilmu pengetahuan.
Kenudian adalagi Hipokrates yang tersohor dibidang kedokteran hingga dijuluki
bapak kedokteran. Jadi bisa dibilang Yunani kuno, cikal bakal cara hidup
mederen di Eropa.[1]
Yunani kuno terletak di Eropa bagian
selatan di sekitar Laut Tengah. Wilayahnya terdiri atas dua bagian, yaitu
Yunani Kuno yang terletak di Semenanjung Balkan dan Yunani Kuno yang terletak
di kepulauan di Laut Aegeia. Di sebelah utara, Yunani Kuno berbatasan dengan
Macedonia. Tanahnya bergunung-gunung tidak subur, pantainya berupa teluk-teluk
yang menjorok jauh ke daratan sehingga cocok untuk pelabuhan. Laut bagian timur
terdiri atas ratusan pulau kecil (Kepulauan Aegeia) yang berhubungan dengan
Pantai Asia Barat (Turki). Kepulauan ini berfungsi sebagai jembatan alam.
Iklimnya subtropics dengan musim panas yang lama dan kering, sedangkan musim
dinginnya sejuk, singkat dan banyak hujan.
Daerah Lereng pegunungan
menghasilkan anggur, sedang kan di lembah-lembah yang rendah menghasilkan
gandum. karena tanahnya yang kurang subur, penduduknya lebih mengandalkan
hidupnya dari kegiatan di laut dan berdagang. apalagi wilayah Yunani Kuno yang
merupakan kepulauan sehingga kehidupan penduduknya banyak bertumpu pada sumber
daya laut. mereka menguasai pelayaran di Laut Tengah dan membentuk
koloni-koloni di berbagai pulau sambil mengembangkan kebudayaan Yunani. dengan
cara tersebut kebudayaan Yunani tersebar kemana-mana.
1. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana awal berdirinya bangsa Yunani Kuno ?
2. bagaiman keadaan alam dan penduduk bangsa Yunani kuno saat itu ?
3. Bagaimana sistem politik dan
pemerintahan bangsa Yunani kuno saat itu ?
4. Apa saja hasil dari peninggalan kebudayaan Yunani Kuno ?
5. bagaimanakah sistem kepercayaan kebudayaan Yunani Kuno ?
2. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana awal berdirinya Yunani Kuno.
2. Untuk mengetahui politik pemerintahan
bangsa Yunani Kuno
3. Untuk mengetahui hasil peninggalan
bersejarah kebudayaan Yunani Kuno pada saat itu.
5. untuk mengetahui keadaan alam, penduduk
bangsa Yunani Kuno
6. untuk mengetahui sistem kepercayaan Yunani Kuno
3.
Manfaat
1.
Sebagai sumber informasi dan pengetahuan atas berdirinya Kebudayaan Yunani
Kuno.
2.
Sebagai motivasi untuk melanjutkan perjuangan bangsa di masa sekarang dan
selanjutnya dalam bentuk yang berbeda.
3.
Sebagai suatu pengalaman bangsa atas kejayaan di masa lampau.
4.
Metode
Adapun
metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan buku-buku sumber yang
berkaitan dengan “Bangsa Yunani Kuno” , kemudian mencari informasi
dari media cetak maupun media elektronik, semisal koran, televisi, internet
dll.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peradaban
Bangsa Yunani Kuno
Yunani
merupakan salah satu pusat peradaban tertua di Eropa. Tingginya tingkat
peradaban Yunani itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu keadaan alamnya,
penduduknya, seni pahat, seni arsitektur, ilmu pengetahuan teknologi sains dan
lain sebagainya.[2]
Periode
dari sejarah Bangsa Yunani dimulai dari tahun 800 SM sampai 500 SM dinamakan
Periode Archaic (kuno). Dalam periode Archaic, populasi bangsa Yunani
berkembang dengan sangat cepat negara bagian diperintah oleh beberapa bangsawan.
Bangsa Yunani awal menyukai atletik, mengadakan empat perlombaan utama,
Panhellenic dan menarik pesaing dari berbagai penjuru Yunani. Keempat permainan
Panhellenic adalah lomba Olympic, Phytian, Isthmian, dan Nemean. Perlombaan
Olympic dimulai pada 776 SM, dan menjadi salah satu peristiwa yang sangat
penting. Pertandingan ini dilakukan empat tahun sekali Olympia.[3]
1.
Keadaan
Alam dan Penduduk
Daerah yunani terletak di ujung
tenggara Benua Eropa. Sebagian besar kepuluauan di Laut Aegea dan Laut Lonia
termasuk wilayah Yunani. Di sebelah utara, Yunani berbatasan dengan Albania,
Yugoslavia, Bulgariya, dan Turki di daratan Eropa. Di sebelah timurnya Yunani
di kelilingi oleh laut Aegea, disebelah selatan di kelilingi oleh laut tengah,
dan disebelah barat oleh laut lonia. Yunani beriklim laut tengah yang nyaman. Pantai
Yunani banyak teluknya, memiliki beberapa tanah gentig, seperti Peleponesos dan
Chalcidia. Sebagian besar wilayahnya bergunung-gunung sehingga negrinya
terpisah pisah antara satu dengan lainnya. Dataran rendah terletak di dekat
laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Tanah Yunani yang
bergunung-gunung itu pada umumnya tidak subur. Di lereng-lereng gunung orang
bercocok tanam seperti gandum dan anggur. Hal tersebut membuat orang Yunani mencari
daerah yang subur di luar daerah Yunani sperti Mesir, Palestina, dan Turki.
Pada umumnya mereka yang pindah adalah para petani (colonus) dan mendirikan
koloni di negara lain. Kaum kolonis tetap menjaga hubungannya dengan Yunani
sebagai negara asal (motherland). Letaknya yang strategis antara Asia dan Eropa
mendorong bangsa Yunani hidup dari perdagangan dan pelayaran.
Bangsa Yunani merupakan percampuran
darah antara pendatang padang rumput sekitar laut Kaspia dan penduduk asli yang
mengusahakan pertanian. Bangsa-bangsa pendatang itu termasuk rumpun bangsa
Indo-Jerman. Mereka dikenal dengan bangsa Hellas yang terdiri atas suku bangsa
Doria, Achaea, Aeolia, dan Ionia. Bangsa-bangasa pendatang ber imigrasi sejak
tahun 2000 SM dan datang secara bergelombang. Mereka tidak hanya menempati
daratan Yunani, tetapi menyebar sampai ke kepulauan di laut Aegea dan bahkan
ada yang menetap sampai di daerah pantai Asia Barat. Setelah hidup menetap,
mereka mendirikan negara-negara atau polis-polis. Negeri yang pertama
berkembang di daratan Yunani adalah kota pusat perdagangan di Mycenae, yang
semula merupakan daerah koloni kerajaan kereta. Pada sekitar tahun 1400 SM
perdagangan Mycenae mencapai kemajuan yang besar dan akirnya berhasil mendesak
peranan kerajaan kereta. Sesudah Knossos runtuh (1400 SM), Mycenae mencapai
kejayaan, menggantikan peranan kerajaan kreta di perairan Laut Tengah.
Pada tahun 1878 M, ditemukan
hasi-hasil penggalian purbakala antara lain:
Ø Bekas
bangunan kota kuno Troya di Asia kecil yang banyak disebut oleh pujangga
Homerus dalam buku nya Illyas.
Ø Makam
Raja Agamemnon, seorang raja yang disebut-sbut pula dalam cerita Illyas.
Ø Harta
benda Priamus, Raja Troya, yang terbuat dari emas dan permata.
Benda-benda ini disebut peningalan
kebudayaan Mycenae yang banyak persamaan nya dengan kebudayaan Knossos di pulau
kreta. Kebudayaan Mycenae merupakan lanjutan dari kebudayaan kreta dengan
memperoleh pengaruh unsur-unsur dari kebudayaan Timur Tengah, seperti Babylonia
dan Assyria yang seja
2.
Sistem
Politik dan Pemerintahan
Yunani yang di kelilingi oleh
lembah, gunung, dan teluk-teluk ini mempersulit hubungan satu kelompok dengan
kelompok yang lainnya. Pemukiman yang terpisa-pisah itu lambat laun berkembang
menjadi negara kota yang merdeka dan akirnya menjadi sebuah negara yang berdiri
sendiri. Negara kota tersebut disebut Polis (city states atau negara kota).
Pada masa itu Yunani terdapat banyak negara kota, dari sekian banyak ada dua
yang paling terkemuka yaitu:
v Polis Sparta
Menjelang akir abat ke 7 SM, salah
satu polis di Peleponessos dikuasai oleh Sparta. Namun polis itu mengadakan
pemberontakan terhadap sparta. Dngan segala macam cara, Sparta berusaha segala
kemungkinan terhadap berulang kembalinya suatu pemberontakan. Corak kehidupan
Sparta digariskan oleh Lycurgus. Sekitar tahun 625 SM, negarawan tersebut
menerapkan aturan dan undang-undang baru untuk mengatur prilaku rakyat Sparta.
Pada saat itu Sparta benar-benar menjadi suatu negara militer. Untuk mendukung
hal itu apabila ada bayi laki-laki yang lahir akan di atur dan diawasi oleh
negara. Mereka sudah dibiasakan dengan cara hidup yang keras. Para pemuda
diwajibkan mengikuti kegiatan olah raga dan keprajuritan sejak usia muda. Juga
warga Sparta dikenakan wajib militer hingga usia 60 tahun. Pemerintah Sparta di
jalankan oleh 2 raja secara turun temurun dengan kekuatan tak terbatas.
Pemimpin sekaligus panglima militer itu dibantu oleh suatu dewan yang terdiri
atas 5 orang. Kelima orang yang duduk didalam dewan itu disebut Ephor. Kemudia
ada 28 orang dewan yang berusia umur 60 tahun keatas yang fungsinya merancang
undang-undang yang diajukan untuk dewan perwakilan rakyat. Sedangkan dewan
perwakilan rakyat itu sendiri adalah warga Spatra dan melakukan sidang setiap
bulan purnama. Setiap keputusan dari dewan perwakilan rakyat (warga kota) dapat
di veto oleh dewan kaum tua. Dengan adanya hak veto itu maka sifat-sifat
demokrasi di Sparta tidak bisa berkrmbang.[4]
v Athena
Athena adalah
kota yang layak untuk dihuni selama abad emas pada abad ke 5 SM. Disana tidak
hanya terdapat gedung-gedung umum besar, melainkan juga banyak jalan beaspal
dan rumah indah. Terdapat sekolah (khusus laki-laki) dan pada abad 4 SM,
didirikanlah universitas pertama dunia, tempat pemikir terkenal seperti Plato
dan Aristoteles mengajar.[5] Tata
pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan ini melakukan
beberapa pembaharuan antara lain menghapuskan perbudakan dan memulihkan hak
rakyat sipil. Berbeda dengn di Sparta para warga mempunyai kewajiban untuk
melayani negara sepenuhnya, maka di Athena hak warga negara dijamin oleh
negara. Kegiatan serta perhatian setiap warga Sparta hanya ditujukan untuk
tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara. Sedangkan warga Athena sangat
besar perhatiannya terhadap kemajuan seni, olah raga, ilmu pengetahuan, dan
filsafat. kemerdekaan berfikir dan berpendapat menjadi sikap hidup yang kuat di
masyarakat Athena. Maka tidak heran banyak terlahir filusuf besar disana
seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan lain-lain yang berasal dari Athena.
Kota Athena terletak di semenanjung
Atica dan tidak jauh dari pantai dengan bandarnaya bernama Piracus. Penduduk
Athena terdiri atas para bangsawan, kaum Hellas, para pelaut, nelayan, dan
pedagang. Pemerintahan di Athena semula bersifat aristokrasi tetapi kemudian
berubah menjadi demokrasi. Pada masa pemerintahan demokrasi, kekuasaan
tertinggi berada ditangan Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan itu terdiri dari
orang-orang bebas (bukan kaum Hellas). Namun, dalam kenyataannya dewan ini
sangat diperngaruhi oleh para orator, yaitu wakil-wakil yang pandai berbicara. Pemerintahan
yang tertinggi dipegang oleh 9 orang archon (pelaksana pemerintahan) yang
ditentukan secara undian. Para archon ini berada di bawah pengwasan suatu dewan
yang merangkap mahkamah agung bernama areopagos.
Areopagos terdiri dari bekas archon. Dalam bidang pertahanan, keamanan
dipegang oleh 10 orang ahli siasat perang yang menguasai angkatan darat dan
angkatan laut. Namun, lambat laun para panglima ini lebih berkuasa daripada
para archon. Corak pemerintahan Sparta yang otokrasi militer dan corak
pemerintahan Athena yang demokratis menjadi prototipe corak pemerintahan
modern. Corak pemerintahan Sparta berpengaruh kepada corak pemerintahan yang
didominasi kaum militer.[6]
Corak pemerintahan Athena berpengaruh pada corak pemerintahan yang didomonasi
kaum sipil. Masa keemasan Athena berakir pada tahun 429 sebelum masehi dengan
munculnya wabah penyaki yang membunuh Peicles dan 1/3 penduduk kota. Namun
demikian, koata ini tetap menghasilkan karya besar dibidang seni dan ilmu
penetahuan. Disini, para dermawan seperti Aeschylus, Euripides, dan Sophocles,
bersain pada kompotesi-kompotesi teater tahunan yang diselengarakan sejak abad
ke 5 SM. Karya-karya mereka tetap bertahan dan terus membeikan pengaruh bahkan
sampai pada vlm industri modern sekarang ini.[7]
3.
Hasil
Peninggalan Kebudayaan Bangsa Yunani Kuno
·
Bidang
Seni bangunan/seni pahat
Pada kejayaan masa Yunani (476-338
SM) banyak dibangun kuil dengan gaya Doria, antara lain:
Ø Athena
terdapat sebuah gedung teater yang memuat sekitar 30.000 orang. Pada
gedung-gedung itu dipertunjukkan karya-karya sandiwara Sophocles, Aeschylus,
dan Aristhophanes.
Ø Acropolis,
yang berrti kota tinggi sebab letaknya itu di daerah perbukitan, untuk mencapai
atas maka orang-orang harus melalui tangga dengan hiasan arca yang indah dikiri
dan kanannya dan terdapat kubu-kubu untuk pertahanan. Dibagian inti Acropolis
terdapat dua kuil yaitu kuil Erecteum tempat patung Dewi Athena dan lampu yang
terus menyala. Kemudian kuil Parthenon yang dibangun untuk menghormati Dewi
Athena.
Ø Kuil
dewa Zeus dibukit Olympus. Bangunannya disebut Altis, yaitu sebagai tempat
pemujaan dewa Zeus.
Pada masa kini berkembang pula seni teater
dan seni sastra. Pertunjukan dipentaskan diatas panggung terbuka mirip seperti
sebuah stadion olah raga. Gedung yang
masih utuh terdapat di Epidaurus. Seni teater ini berkaitan dengan seni sastra.
Pengarang sastra Yunani kuno adalah Homerus. Karyanya yang indah itu ialah
Illyas. Dalam buku itu dikisahkan Perang Troya.
·
Bidang
lImu Pengetahuan Dan Teknologi
Bangsa Yunani telah memiliki
berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi, yakni:
Ø Menciptakan
perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan
menghubungkan daratan Yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau Sicilia.
Ø Membuat
barang-barang dari tanah liat
Ø Menghasilkan
karya arsitektur yang megah seperti Kuil Zeus, Kuil Parthenon dan gedung
theater raksasa.
Ø Mengembangkan
industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka
ragam dan dihias dengan indah.
Ø Menghasilkan
karya benda-benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat
perang.
·
Bidang
Filsafat
Hasil pemikiran dan karya-karya
filsafat bangsa Yunani telah diterjemahkan hingga kini. Orang Yunani sudah
pandai menyusun, menciptakan ilmu filsafata yang meliputi berbagai bidang
diantaranya:
Ilmu
Pikir (logica), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (ethica), dan ilmu negara
(politica). Yunani memiliki filusuf-filusuf terbesar dunia yang mana pengaruh
dan pemikirannya telah sampai kepada zaman kita sekarang ini. Filusuf-filusuf
Yunana tersebut antara lain Sokrates, Plato, Aristhoteles, Hipokrates dan
lain-lain.[8]
· Olympiade
Olympiade adalah festival olahraga.
Olahraga terbesar yang pernah diselenggarakan di Yunani. Kegiatan ini telah
diselenggarakan sejak tahun 776 SM. Kegiatan olahraga lain selain Olympiade
adalah Isthmiatian Games, Pythian Games dan Namean Games. Olympiade selalu
diselenggarakan pada saat musim panas setiap 4 tahun sekali. Olympiade
diselenggarakan bertujuan untuk menghormati dewa Zeus di Gunung Olympia. Setiap
penyelenggaraan selalu melibatkan perwakilan-perwakilan dari negara-negara
kota. Beberapa cabang olahraga diperandingkan di olimpiade. Pada hari pertama
berlangsung upacara pembukaan dan penghormatan untuk Zeus. Pada hari kedua
dipertandingkan cabang olahraga lari. Kemudian pada hari ketiga
dipertandingkan
cabang olahraga gulat, tinju dan pancratium (gabungan antara olahraga tinju dan
gulat). Pada hari selanjtnya dipertandingkan balap kereta kuda dan pantathlon.
Pantathlon adalah olahraga gabungan dari 5 cabang olahraga yaitu: gulat,
lempar, lompat jauh dan lari. Para pemenang olimpiade akan mendapatkan mahkota
yang terbuat dari daun zaitun sebagai lambang kehormatan dan kebesaran.[9]
4.
Sistem
Kepercayaan
Bangsa Yunani meyakini adanya dewa
dewi yang bertubuh seperti manusia, tetapi lebih indah, lebih besar, dan tak
dapat mati. Para dewa dewi memiliki sifat seperti manusia biasa, ada sifat baik
dan buruk. Dewa dewi ini pun berkeluarga dan memiliki keturunan. Mereka saling
berperang dan bersaing untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Disamping
itu terdapat pula para Hero atau tokoh-tokoh setengah dewa, yang meskipun sakti
namun dapat mati. Hero yang terkenal adalah Achilles dan Herakles (Hercules).
Menurut keyakinan bangsa Yunani dewa dewi itu tinggal dibukit Olympus dibawah
pimpinan dewa Zeus, dewa tinggi.
Dewa
dewi kepercayaan Yunani antara lain:
1. Dewa
Ares (dewa perang)
2. Dewi
Artemis (dewi perburuan)
3. Dewa
Hermes (dewa perniagaan)
4. Dewa
Poseidon (dewa laut)
5. Dewa
Apollow (dewa kesenian dan matahari)
6. Dewi
Pallas Athena (dewi keselamatan)
7. Dewi
Aprhodite, (dewi kecantikan)[10]
Masyarakat
Yunani juga percaya, jika siapapun yang memmbangkang dewa akan mendapat hukuman
yang sangat berat, seperti contohnya yang terjadi pada Atlas. Karena
membangkang Zeus, Atlas mendapatkan hukuman harus menyunggi bumi selamanya.[11]
B. Perang Persia dengan Yunani
(492-484 SM).
Kerajaan persia dibawah pimpinan
Raja Darius memperluas wilayah kekuasaannya ke Asia kecil serta menguasai
polis-polis yang pendudunya terdiri atas orang Yunani. Ketika Athena memberikan
bantuannya kepada polis-polis itu, maka tindakan Yunani itu dijadikan alasan
oleh Raja Darius untuk menyerang daratan Yunani. Serangan Persia ke Yunani
terbagi menjadi tiga periode. Yakni tahun 492 SM, 490 SM dan 480 SM. Tetapi
pasukan Yunani berhasil mengalahkan Persia dan membebaskan polis-polisnya. Pada
tahun 448 SM, dilaksanakan perdamaian antara Persia dan Yunani.
1.
Masa
kejayaan Athena (450-404)
Kemenangan Yunani atas Persia,
membawa keharuman nama Athena dikalangan polis-polis di Yunani. Athena menjadi
polis-polis yang tergbung dalam koferensi Delos. Athena mengalami kemajuan
pesat disegala bidang dan menjadi cermin bagi seluruh Yunani karena didukung
oleh kuatnya kehidupan demokrasi.
2.
Keruntuhan
Yunani dan Munculnya Macedonia
Kemajuan
yang telah dicapai oleh Athena membuat polis-polis lain iri, termasuk polis
Sparta persaingan antara Sparta dan Athena memuncak dalam perang Peleponessos. Yunani menjadi terpecah belah
dan semakin lemah. Peradaban Yunai terancam runtuh. Kekcauan dan kelemahan
Yunani ini digunakan sebaik-baiknya oleh Philipus, seorang raja dari kerajaan
Macedonia yang terletak disebuah utara daerah Yunani. Pada tahun 338 SM,
tentara Yunani yang sudah lemah dengan mudah dapat ditaklukkan oleh Macedonia
dan menguasai Yunani yang dipimpim oleh raja Philipus. Perjuangan kerajaan
Macedonia diteruskan oleh putranya yang bernama Iskandar Zulkarnain (336-323 SM).[12]
Iskandar
agung Lahir di Macedonia, Yunanai pada tahun 356 SM. Setelah ayahnya Philip
meninggal ia menduduki singgasana Macedonia pada usia masih muda. Ia segera
memulai karir penaklukan. Ia berjalan ke Mesir dimana ia meruntuhkan The bes
hingga rata dengan tanah dan mendirikan Alexanderiya (Iskandariyah). Kemudian
ia menyerang babilon dan suriah, ia mengalahkan Darius III, Raja Persia dan
membakar persepolis , ibukota Persia. Setelah itu kemudia ia menaklukkan
sebagian besar Asia Tengah. Mengikuti adat ketimuran Iskandar Agung menikahi
sejumlah putri-putri dari negara yang di taklukkannya. Pada tahun 326 SM,
Iskandar dan rombongan besarnya menyapu wilayah yang sekarang disebut Pakistan,
ia ingin melanjut ke India, tetapi keletihan para prajuritnya memaksa kembali,
ahirnya Iskandar Zulkarnaen menyudahi perluasan wilayahnya sampai kewilayah
sungai Shindu, dan setelah kembali dari perjalanan itu, ia meninggal di Irak
pada usia 33 tahun. Iskandar dikenal dalam sejarah sebagai Iskandar Agung, dan
termasuk para penakluk dan jendral tertinggi kemuka Dunia.[13]
DAFTAR PUSTAKA
Erwin Adi Putranto Peraaban
Besar Dunia Yunani Kuno (Semarang: Sindur Pres, 2007).
I Wayan Badrika Sejaah Untuk SMA/MA Jilid 1 Kelas X i (Jakarta: Erlangga, 2006)
EnsiklopediPelajar jilid 7 2005
John Fardon Sejaah Dunia untuk Anak Pintar (Jogjakarta: Platinum, 2005).
Abdullah
Hasan 80 tokoh pengguncang Dunia di mata
Iqbal Prof. Mas’ud al-Hasa (Bandung: Pustaka Hidayah 2004)
Chisanne Banker, Eddy Soetrisno,
Morton Grosser, 100 Kota Besar Bersejarah
di Dunia (Jakarta: Ladang Pusaka dan Intimedia, 2001)
[3] John Fardon Sejaah Dunia untuk Anak Pintar (Jogjakarta: Platinum, 2005) hal, 83-84
[7] Chisanne Banker, Eddy Soetrisno,
Morton Grosser, 100 Kota Besar Bersejarah
di Dunia (Jakarta: Ladang Pusaka dan Intimedia, 2001), hal 9-10